Selamat pagi , hari yang indah bagiku matahari sedikit malu untuk
mengeluarkan sinar nya , hanya kabut yg menyelimuti gunung2 sehingga tak bisa
ku liat puncak gunung arjuna . Rupanya benda berwarna hijau toscha itu sudah
menunggu ku di depan rumah , tampak cantik jika benda itu tak membuat onar saat
perjalanan ku menuju kesekolah. Ya
sepeda motor matic itu pemberian almarhum kakek sudah 2 tahun ini aku
memakainya . Setelah aku selesai sarapan dan mencium tangan ibu
segeraku menuju teras rumah untuk memanasi maticku ini . “ ibu aku berangkat
dulu ya assalamualaikum” sambil ku melambaikan tangan dan membuka garasi . “
iya sayang hati-hati dijalan waalaikumsalam”
senyum ibu tampak jelas dengan sejuta harapannya padaku . “ nice day for
me god “ pintaku dalam hati
Perjalanan masih berjalan lancar 1,2,3 belokan dan lampu merah sudah ku
lewati tiba tibaaaa ....... ‘’ loh loh kok berhenti mampus ini kenapa” panik ku
dalam hati seketika wajah ini menjadi keruh . Segeraku meminggirkan matic ku
ini . Ku buka jok sepeda , ku lihat bensin masih full. Ku tatap 1 per satu
bagian matic ini masih tampak mulus tak
ada 1 pun goresan ataupun bagian yang hilang . “ plook” menepuk keningku
sendiri “ jelas aja tampak luar mulus gak pernah nubruk odong-odong, ini pasti yang rusak mesin nya
mankanya mogok” sambil melihat jam tangan tak bisa ku berbuat apa-apa. Masih
untung aku berangkat pagi-pagi , seenggaknya
masih memungkin kan aku jalan untuk samapai kesekolah, tapi itu hanya pikiran konyol yang tibatiba merambat
dalam otak ku .
Ya ALLAH help me please god . .. Hanya kata-kata itu yang ku baca
Tiba-tiba sebuah vario hitam menghampiriku , tampaknya aku kenal dengan
seragam sekolah itu , almamater sebuah sekolah SMK yang terkenal di kota ini.
“ aku liat daritadi kamu komat-kamit
kenapa ?“ sambil melepas helm KYT Putihnya itu
“ komat-kamit kamu bilang ? Daritadi aku berdoa.”ucapku dengan nada malas
“ maticku mogok ,gak tau kenapa ? “ tambahku dengan wajah penuh harapan
agar ia mau membantu.
“ dasar cewek bisanya Cuma makek.minggir gih “ sambil menyerondol
pundakku secara perlahan. Ku lihat badge lengan atas kirinya itu X-OTOMOTIF.
Pantesan anak OTOMOTIF Tuhan semoga dia bisa membantuku . Ucapku lirih
Setelah beberapa menit berlalu ....
“ gilak ni mesin gak pernah kamu servise ?”
Kotor sama kayak muka kamu yang lagi manyun. Sindirnya sambil menatapku
penuh canda
“gak usah ngeledek kali, emang gak pernah aku servise sejak 2 th yg lalu”
jawabku dengan santai
“pantesan aja!!!!! Nih uda selesai , coba kamu nyalain mesinnya.” sambil
membersihkan tangan yg tercampur oli itu.
“jreeeeng...” yee mesin nya nyala sambil tak sadarku menarik lengannya
karena kesenangan . Tapi dia hanya melirik ku dan berkata“ puluhan mata
mengarah padamu” lalu sontak aku melepas lengannya itu dan sadar bahwa posisi
ku berada dipinggir jalan raya
Terimakasih ya “ ucapku manis dengan memberinya saputangan coklat ini
“its OK , boleh pinjem bulpoin ?” jawanya cuek
“nih” sambil ku beri bulpoin biru
“ aku antar kamu sampai depan gerbang ya” pintanya padaku
Ngapain ? Mata-mata ya ? Tanyaku sinis
“ ih emangnya aku teroris apa? Cuma mastiin motor kamu baik-baik aja abis
cantiknya ngalah2in yang punya.” candanya lagi membuatku tersenyum melup[akan
kejadian 15 menit yang lalu...
Akhirnya dia membuntutiku sampai gerbang sekolah
Sesampai digerbang sekolah ia mengembalikan sebuah saputangan coklat dan
bulpoin biru ku tadi
“ tugasku sudah selesai , aku balik kesekolah dulu ya”
“hehem terimakasih bantuan nya “
“sama-sama oh ya motor kamu diservise biar gak mogok lagi “ pesannya
Bye “ lambaian tangannya itu berlalu mengikuti kepergiannya.
Setelah ku duduk di bangku aku membuka saputangan ini
Aku terkejut saat melihat tulisan
08912398765 sms aku ya manis ditunggu J OTOMOTIF
Aku tertawa geli melihat tulisan itu ternyata ia meminjam bulpoin hanya
untuk menulis sebuah nomer hp
Tidak ada komentar:
Posting Komentar