AYAH
Kata itu yang keluar saat aku memanggil
Sosok pria yang
sangat bijaksana
AYAH
Keduakalinya aku memanggil saat diriku
Jatuh sakit berharap kasih sayangnya datang untuk sekedar
memelukku
AYAH
Ketigakalinya aku
memanggil dengan penuh rasa bahagia
Karena aku telah lulus dan aku siap berjalan di masa depanku
Ingatkah kalian saat tangan ayah menuntunmu bagaimana cara
untuk berjalan?
Ingatkah kalian saat ayah menjadi imam ketika sholat?
Wajahnya sangat tampan , ia hanya memakai sarung , baju
berwarna putih dan peji dikepalanya
Sekarang apakah kalian membayangkan bagaimana perjuangan
seorang ayah
Demi mengais rupiah agar buah hatinya menjadi orang yang
sukses?
Apakah kalian membayangkan ketika ayah pagi pagi berkata : “
maaf ya nak ayah nggak bisa ngasih sangu sekolah sekarang . ayah sakit , ayah
belum kuat kerja “ sambil menyodorkan uang 2000 rupiah dari saku kanannya.
Kita seharusnya bangga mempunyai sosok seorang ayah yang
sangat tanggung jawab
Bukan karena seorang ayah yang menjadi jendral ataupun ayah
yang menjadi politikus
Kita mempunyai seorang ayah yang sama . seorang ayah yang
sangat sayang pada buah hatinya , seorang ayah yang sangat marah ketika kita
pulang larut malam , seorang ayah yang rela kehujanan, kepanasan demi mendapatkan rupiah.seorang ayah yang
cemburu saat kita bersama teman lelaki . karena ayah begitu menjaga anak
perempuan seperti kita.
Apapun pekerjaan ayah kita sepatutnya kita bangga akan hal
itu , aku pernah bertemu seorang anak yang ayah nya bekerja sebagai kernet
BISON (ANGKOT) saat itu si anak kaget melihat ayahnya sudah ada di depan
matanya .
Ayah : baru berangkat nduk .
Anak : iya yah (lalu ia menunduk kan kepala)
Ditengah perjalanan seperti biasa seorang kernet selalu
menawari penumpang di jalan jalan “ lawang , singosari , pandaan ,pasuruan ,
malang monggo-monggo” begitu ucap si ayah.
Lalu ketika dekat dengan sekolah si anak tadi . gadis itu
mengeluarkan uang selembar uang kertas untuk membayar angkot kepada ayah nya .
Anak : ini yah
Ayah : nggak usah nduk simpan saja buat jajan disekolah
Anak : iya yah terimakasih ( gadis itu lalu mencium tangan
ayahnya sebelum turun dari angkot)
Sangat kagum aku melihatnya . betapa tidak gadis itu tampak
tak sedikitpun malu meskipun di dalam angkot banyak yang menggunakan seragam
sepertinya, tetapi ia tak malu untuk
mencium tangan ayah nya walaupun ayahnya hanya beklerja sebagai kernet angkot.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar