Malam yang begitu sunyi
hanya terasa hembusan angin yang sangat
dingin menusuk hingga ke tulang rusuk .. seperti biasa mama telah membangunkan
ku dengan kelembutan tangan nya yang membelai rambutku hingga aku bangun dan
bergegas mengambil air wudlu .. setelah itu tentunya aku memohon pada Tuhan agar
hari ini aku bisa mengerjakan Ujian dengan mudah and this day is better then yesterday .. ku
akhiri doa ku dengan bersujud kepada-Nya.
MONDAY , at 06.00 a.m
Kriiiinnngg .. krinnggg... suara
alarm yang biasa ku dengar selalu saja merusak bunga tidurku.. tak lupa ku
mengucap syukur karna Hari ini Tuhan masih memberiku nafas yang
panjang..bergegas ku membuka pintu kamar dan menoleh ke kanan kiri hening.. yang
ku dapat hanya sebuah notes dan lembaran uang kertas.. Rupanya ini pertanda
bahwa aku harus menjadi satpam dirumah dan lembaran uang kertas ini sebagai
upah nya.... yuhu ternyata tebakan ku benar .. mereka pergi ke surabaya dengan
meninggalkan ku seorang diri menghadapi puluhan pertanyaan yang akan ku arsir nanti.
Tak apalah mungkin hanya itu yang aku lontarkan ketika aku membaca sebuah
notes.
Setelah semua sudah aku kerjakan bergegas
ku memakai sepatu dan memadang sebuah kabut yang masih menutupi sebuah gunung
yang indah itu... “ sorry aku jemput jam 07.00 ya aku baru bangun “ tulisan di
balik layar hp itu yang membubarkan pandangan ku seketika berubah seperti
bohlam lampu yang menyala .. “ apa? Oh Tuhan cobaan apalagi ini” apa harus
terlambat saat pertama kali ujian... tanyaku dalam hati sambil menunggu seorang
itu... tiiinn..tiinn sebuah klakson motor matic yang tak asing bagiku.. Dengan
susah payah ia meminta maaf padaku . Tentu saja aku hanya bisa tertawa bagiku
perasaan api itu seketika menghilang ketika melihat wajah jelek nya.. di
sepanjang jalan setiap kendaraan umum lewat , aku selalu mencari seorang murid
yang berseragam sama sepertiku tapi nihil tak ada 1 pun yang menduduki kursi
didalam nya . hal itu yang membuat ku semakin tanda tanya ? semua pada kemana ?
anak-anak muda yang setiap hari berderet menunggu angkutan umum sekarang hanya
tinggal polisi yang bertugas menertibkan lalu lintas.. Oh Tuhan lagi lagi tanda
apa ini.. ?
“Parkir di pintu sebelah timur ,
di sini sudah penuh nak “ ucap bapak yang setiap hari berdiri di gerbang
sekolahan.. yang aku lihat sekarang berbagai macam merk sepeda motor yang tak
mungkin akan dihafal pemilik nya siapa ? haha pikiran yang aneh.. sampain
didepan pintu kelas sontak ku kaget
melihat 2 pengawas yang sudah membagikan soal .. ASTAGHFIRULLOH ini
tandanya telat.. bergegas ku meminta maaf dan duduk di bagian belakang
ALHAMDULILLAH bisa duduk di belakang setelah sekian lama ujian selalu duduk
didepan . membuka tepak pensil yang ternyata hanya ada sebuah bulpoin dan
penghapus .. hah mana bisa pake ngarsir kalo adanya bulpoin L . semua teman yang ada
dikelas ini sudah aku tanya tetap saja jawaban hanya “ JUST ONE PENCIL KINAR” Tiba-tiba
seorang lelaki disampingku bertanya dengan nada yang tegas “ Kenapa dek kok kayknya bingung gitu ?” “ emm lupa gak
bawa pensil kak “ jawab ku malu.. kemudian ia menyodorkan sebuah pensil 2B yang
menurutku itu nyawa saat menghadapi ujian . “makasih ya kak..” dengan penuh
senyum . “ sama-sama dek besok jangan diulangi” “sip
deh..” lalu aku menatap deretan bangkuku.. ternyata hanya aku seorang yg
cewek.. temen cowok di depan ku tiba-tiba bertanya “ heh Nar lu tau gak manfaat
Ujian itu apa ?” “ ya buat nguji
seberapa ngerti murid2nya selama semesteran ini lah mal”jawabku .. “adalagi
manfaat buat masalah percintaan noh Nar?” “hah , how come?” “iya Nar Ujian itu
bisa buat kita yang lagi NGEJOMBLO Dapet pacar tau,, apalagi kalau duduknya
lawan jenis , tuh pasti selesai ujian minta nomer hape.. haha, benerkan Nar ?”
“hahaha apa an sih lu Mal ngawur tau ... “
“ YANG DI BELAKANG SEKARANG WAKTUNYA UJIAN BUKAN PASAR TEMPAT NGOBROL “
semprot Pengawas yang ada di depan itu
.. “ Tuh orang mabuk kali Nar masak pasar tempat ngobrol , pasar tempat orang
jualan kan ?” jawabnya dengan ketus “JAMALLL DIAAM LUU” sambil ku melempar
kertas di pundaknya ... J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar